Pencarian

IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 6.589, Asing Net Sell Rp1,95 Triliun

Jumat, 11 September 2026 • 08:48:31 WIB
IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 6.589, Asing Net Sell Rp1,95 Triliun
Papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 1,33% ke level 6.589.

NUSA TENGGARA TIMUR — Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan tekanan merata. Di pasar reguler, investor asing membukukan net sell Rp747,51 miliar, sementara jika mencakup seluruh pasar nilai jual bersihnya membengkak menjadi Rp1,95 triliun.

Sebanyak 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan terdalam 2,06%, sedangkan sektor teknologi paling terbatas koreksinya, yakni 0,56%.

Saham yang Masih Bertahan di Zona Hijau

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham tetap bergerak menguat. KPIG memimpin dengan kenaikan 28,79%, disusul CUAN yang tumbuh 4,79% dan ANTM menguat 2,19%.

Sebaliknya, tekanan menghantam saham berkapitalisasi besar. BBRI turun 2,92%, BYAN melemah 4,90%, dan BBCA terkoreksi 1,53%.

Sentimen Global dan Positioning ETF Jadi Pemicu

Bursa Wall Street ikut menekan sentimen. Dow Jones turun 0,60% ke 52.064, S&P 500 terkoreksi 0,58% ke 7.591, dan Nasdaq melemah 0,65% ke 26.081.

Eskalasi geopolitik AS-Iran dan kenaikan harga minyak menambah beban pasar. Dari dalam negeri, investor melakukan positioning menjelang pengumuman review GDX/GDXJ. Ketidakpastian potensi passive flow dari ETF berbasis GDX/GDXJ menekan sejumlah saham emas.

ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing turun 2,13% dan 1,29%.

MGLV Siapkan Rights Issue Rp2,54 Triliun untuk AI Data Center

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham. Perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp2,54 triliun.

Rencana ini telah disetujui RUPSLB pada 7 September 2026. Dana hasil aksi korporasi akan dipakai mengembangkan AI data center Tier III berkapasitas total 102 MW.

Ekspansinya mencakup fasilitas 36 MW di Jababeka dan pembangunan data center 60 MW di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Sebagian dana juga dialokasikan untuk penguatan struktur modal lewat pengambilalihan piutang anak usaha.

Pemegang saham utama MGLV, Nextier Datamate Center, berkomitmen menyerap seluruh haknya dengan nilai sekitar Rp1,85 triliun.

MEDC Targetkan First Gas Sakakemang Kuartal III 2027

Medco Energi Internasional (MEDC) menargetkan first gas dari Blok Sakakemang pada kuartal III 2027. Perseroan mempertahankan target produksi migas 2026 di kisaran 165–170 mboepd dengan capex US$415 juta.

Proyek lain yang masuk fokus pengembangan antara lain Suban, Sambar, dan Bualuang. Senoro Phase 2A telah beroperasi penuh sejak Juni 2026, sedangkan Bualuang Renewal Plan Phase I mulai berproduksi pada kuartal II 2026.

HRTA Private Placement Rp1,02 Triliun, Ada Potensi Dilusi 9,09%

Hartadinata Abadi (HRTA) berencana menerbitkan maksimal 460,53 juta saham baru lewat private placement, setara 10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa berturut-turut. Dengan asumsi harga penutupan 10 September 2026, perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp1,02 triliun untuk modal kerja.

Berdasarkan proforma per 30 Juni 2026, total ekuitas HRTA diproyeksikan naik 27,90% menjadi Rp4,79 triliun dan total aset naik 9,21% menjadi Rp12,40 triliun. Rasio liabilitas terhadap ekuitas diproyeksikan turun dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali.

Pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi sekitar 9,09%. Kepemilikan PT Terang Anugrah Abadi sebagai pengendali diproyeksikan turun dari 71,05% menjadi 64,59%. Rencana ini masih menunggu persetujuan RUPS Independen pada 16 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • MEDC — Buy 1555–1565 | TP 1600–1640 | SL 1490
  • WIRG — Buy 77–79 | TP 81–84 | SL 73
  • TUGU — Buy 1420–1430 | TP 1450–1460 | SL 1355
  • KPIG — Buy 83–85 | TP 87–89 | SL 78
  • JARR — Buy 3670–3690 | TP 3730–3800 | SL 3460

Investasi mengandung risiko.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks