NUSA TENGGARA TIMUR — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh level terendah 6.618,53 sebelum mencapai tertinggi 6.638,60 pada awal sesi. Sebanyak 306 saham menguat, 115 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Kapitalisasi pasar bursa tercatat Rp11.609,32 triliun.
Penguatan ini dipandang analis sebagai koreksi wajar setelah tekanan jual asing pada perdagangan sebelumnya.
Saham Tambang dan Emas Menopang Indeks
Emiten batu bara memimpin penguatan. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 2,01% ke Rp13.975 per saham, diikuti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang melonjak 3,31% ke Rp2.810. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turut menguat 1,85% menjadi Rp5.500.
Dari sektor emas dan mineral, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 1,64% ke Rp4.340. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat kenaikan 3,59% ke Rp2.310 dan menjadi penguat terbesar di jajaran saham LQ45.
Lonjakan saham berkapitalisasi besar ini mendorong indeks pada awal sesi.
Wall Street Hijau, Investor Tetap Waspadai Risiko Global
Sentimen eksternal pagi ini mendukung. Bursa Amerika Serikat memutus tren penurunan tiga hari beruntun pada Rabu waktu setempat. S&P 500 naik 0,46%, Nasdaq Composite menguat 0,45%, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 0,56%.
Penguatan Wall Street dipicu kenaikan saham Nvidia dan Johnson & Johnson. Imbal hasil (yield) US Treasury yang mulai melandai dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir turut memperbaiki sentimen investor.
Namun, kondisi belum sepenuhnya kondusif. Bursa Asia sebelumnya tertekan aksi jual di pasar obligasi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat-Iran. Nikkei 225 Jepang anjlok 2,9%, Taiex Taiwan turun 1,7%, CSI 300 China terkoreksi 1,4%, dan KOSPI Korea Selatan merosot hingga 4%.
Level 6.630–6.700 Jadi Kunci Rebound Lanjutan
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan menguji area support 6.520–6.550, dengan resistance di kisaran 6.630–6.700.
"IHSG berpotensi kembali rebound hari ini," ujar Fanny dalam publikasi riset harian, Kamis (3/9/2026).
Peluang penguatan lanjutan bergantung pada aliran dana asing. Pada Rabu (2/9/2026), IHSG ditutup melemah tipis 0,06% di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp235 miliar. Saham TLKM, ADRO, ASII, TINS, dan AMMN menjadi sasaran utama penjualan asing.
Dengan kombinasi penguatan Wall Street dan kenaikan saham unggulan domestik, pergerakan IHSG hari ini akan mencermati arus dana asing. Tembusan area 6.630–6.700 menjadi level penting untuk memperkuat peluang penguatan lebih lanjut.
Investasi mengandung risiko.