ROTE NDAO — Yanto mengaku memulai pinjaman pertamanya di Bank NTT sebesar Rp 5 juta, lalu melunasinya. Setelah itu, plafon kreditnya dinaikkan menjadi Rp 10 juta dan kembali ia lunasi. Kepercayaan yang terbangun dari dua pinjaman awal itu membuka jalan bagi Yanto untuk mengambil kredit mikro pembelian mobil pikap.
Mobil pikap tersebut mengubah cara Yanto berdagang ikan. Ia tidak lagi bergantung pada pembeli yang datang ke TPI Ba'a, tetapi bisa mengangkut dagangannya langsung ke sejumlah pasar di Rote Ndao.
Dari Rp 5 Juta ke Pikap: Tiga Tahap Kredit yang Dilalui Yanto
Kepala Bank NTT Cabang Rote Ndao Ade Roni Oematan menyebut pendampingan terhadap Yanto berjalan bertahap sesuai pertumbuhan usahanya. Tahap pertama adalah Kredit Merdeka tanpa agunan dengan plafon Rp 5 juta, kemudian naik menjadi Rp 10 juta, sebelum berlanjut ke kredit mikro untuk pembelian mobil pikap.
"Ini menjadi cerita sukses tersendiri bagi Bank NTT Cabang Rote Ndao. Ada nasabah yang kami dampingi benar-benar dari nol," kata Ade Roni.
Menurut Ade Roni, perjalanan kredit Yanto memperlihatkan bagaimana kebutuhan pembiayaan nasabah berubah seiring skala usahanya. Dari modal dagang kecil, Yanto kini membutuhkan sarana angkut dan alat tangkap.
Pikap Buka Jangkauan Penjualan ke Pasar-pasar Rote Ndao
Bagi Yanto, kendaraan itu berfungsi sebagai alat kerja harian. Ia berkeliling menjual ikan dari pasar ke pasar, dan penghasilan dari aktivitas itu dipakai menghidupi keluarga serta membiayai sekolah keempat anaknya.
"Dengan oto pikap ini, saya sangat terbantu. Saya bisa berkeliling menjual ikan dari pasar ke pasar," ujar Yanto saat ditemui di TPI Ba'a, Rabu (21/10/2026).
Kredit pikap tersebut sudah berjalan sekitar empat tahun dan menyisakan satu tahun masa pelunasan. Yanto menyatakan akan memprioritaskan kewajiban itu di tengah fluktuasi hasil tangkapan dan penjualan.
Lampara Jadi Target Berikutnya Lewat KUR
Setelah sarana angkut terpenuhi, Yanto ingin memperkuat sisi penangkapan ikan dengan mengadakan lampara, alat yang membantu aktivitas menangkap ikan. Pengajuan KUR melalui Bank NTT untuk kebutuhan itu masih dalam proses dan belum terealisasi sebagai pembiayaan.
Jika disetujui, Yanto berharap fasilitas tersebut menunjang kegiatan penangkapan sekaligus memperkuat usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Bank NTT Cabang Rote Ndao menyebut pengajuan itu sebagai lanjutan dari pola pendampingan yang sama, yakni pembiayaan yang menyesuaikan kebutuhan produktif nasabah.