JAKARTA — Tambahan tujuh kejadian bencana tercatat pada periode laporan terbaru, terdiri atas enam karhutla dan satu banjir. BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan sesuai potensi ancaman di wilayah masing-masing.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan area karhutla belum padam paling luas, lebih dari 321 hektare. Sumatera Selatan menyusul dengan lebih dari 84 hektare yang masih ditangani.
Enam Provinsi Jadi Prioritas Penanganan Karhutla
BNPB memprioritaskan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Di luar enam provinsi itu, karhutla tercatat seluas lebih dari 1.044 hektare.
Dari luas tersebut, 44 hektare telah dipadamkan dan sekitar 1.000 hektare belum padam. Sebarannya membentang dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara.
Operasi pemadaman dilakukan lewat satuan tugas darat dan udara. Sebanyak 71.878 personel dikerahkan di enam provinsi prioritas, termasuk tambahan lebih dari 11 ribu personel pada periode laporan terbaru, terutama di Kalimantan Tengah.
Pompa air dan alat pelindung diri tersedia bagi kelompok pemadam di setiap kabupaten. Dukungan datang dari kementerian/lembaga, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
Helikopter Water Bombing Bertambah dari 49 ke 51 Unit
Armada helikopter untuk pengeboman air dan patroli naik dari 49 menjadi 51 unit. Armada yang sama mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pada Rabu (21/10), OMC di Kalimantan Barat melibatkan satu sorti dengan 1.000 kilogram garam. Kalimantan Tengah enam sorti dengan 3.900 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam, sedangkan Sumatera Selatan tiga sorti dengan 1.600 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam.
Di Kalimantan Selatan, pesawat diterbangkan untuk mendukung operasi di Kalimantan Tengah meski OMC tidak digelar di wilayah itu. Jambi tidak melaksanakan OMC karena kondisi awan kurang mendukung, sementara pesawat dari Riau dikerahkan membantu Sumatera Selatan.
Kebakaran Gunung Sumbing, 160 Pendaki Dievakuasi
Api membakar kawasan Gunung Sumbing pada Senin (19/10), tepatnya di Petak 29 RPH Klesemen, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara, jalur pendakian Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Kebakaran mencakup Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Kajoran, dan sekitarnya. Lebih dari 160 pendaki dievakuasi. Luas area terbakar diperkirakan 140 hektare di 14 titik api, dan pendataan masih berlangsung.
Jalur pendakian dan wisata Gunung Sumbing ditutup sementara. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pemadaman telah dilakukan 13 kali, sedangkan di wilayah Kawi 16 kali.
Kondisi kemarau panjang dan pengaruh El Niño meningkatkan risiko kebakaran vegetasi. BNPB meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan mempertimbangkan penetapan status siaga darurat kekeringan sesuai ketentuan.
Lima Relawan Bromo Meninggal Saat Bertugas
BNPB menyampaikan belasungkawa atas wafatnya lima relawan dalam penanganan karhutla di Gunung Bromo. Mereka adalah Sukaris, Hendra Roni Wagiyanata, Sefriel Ardiansyah, Wisnu Yudapratama, dan Munawi.
BNPB menyampaikan penghormatan atas pengabdian mereka serta duka cita mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Masyarakat diimbau tidak menyalakan api sembarangan di kawasan hutan dan pegunungan. Puntung rokok harus dipastikan padam sebelum dibuang, dan pembakaran sampah atau vegetasi dihindari saat cuaca kering dan berangin.
Api unggun juga diminta dipastikan padam sepenuhnya sebelum ditinggalkan. Imbauan berlaku terutama di kawasan rawan kebakaran yang tengah menghadapi kemarau panjang.