KUPANG — Suasana khidmat menyelimuti Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Kehadiran koor cilik dari TKK Beata Maria Helena Bello menjadi magnet utama bagi umat dalam perayaan Ekaristi tersebut.
Kepala Sekolah Sr. Marselina SSps bersama guru pendamping, Agustina dan Veni, mengawal langsung penampilan para siswa. Anak-anak ini tampil percaya diri sejak awal hingga akhir perayaan.
Suara polos mereka berhasil menghidupkan nuansa Paskah yang hangat. Umat tampak terhanyut dalam harmoni yang dibawakan penuh semangat oleh para siswa tersebut.
Lantunkan Delapan Lagu Liturgi Tanpa Teks
Para siswa membawakan sedikitnya delapan lagu liturgi dengan kompak. Salah satu momen paling berkesan terjadi saat mereka melantunkan syair berbahasa Inggris selama prosesi komuni.
Meski masih usia dini, mereka sanggup menghafal setiap bait lagu tanpa memegang teks. Kedisiplinan ini memicu decak kagum hingga tepuk tangan spontan dari jemaat yang hadir.
Keberanian anak-anak ini membuktikan keberhasilan pola asuh dan latihan intensif di sekolah. Sejumlah umat bahkan terlihat haru menyaksikan penghayatan mendalam para penyanyi cilik tersebut.
Romo Yoakim: Pembinaan Iman Harus Dimulai Sejak Dini
Romo Yoakim yang memimpin perayaan Ekaristi memuji keterlibatan aktif anak-anak dalam pelayanan gereja. Baginya, penampilan luar biasa ini merupakan buah manis dari pembinaan iman sejak usia dini.
"Anak-anak tampil luar biasa. Mereka tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah bagi seluruh umat," ujar Romo Yoakim usai perayaan.
Ia menekankan bahwa pelayanan koor sangat efektif untuk menanamkan nilai religius pada anak. Hal ini menjadi pesan penting bagi orang tua tentang urgensi mengenalkan pelayanan gereja kepada generasi muda.
Latihan Intensif Perkuat Karakter dan Keberanian Siswa
Guru pendamping, Agustina, mengungkapkan bahwa penampilan ini merupakan hasil latihan intensif dalam waktu cukup lama. Pihak sekolah fokus menyiapkan mental dan vokal siswa agar siap melayani di depan publik.
"Kami melatih mereka dengan sabar supaya anak-anak mencintai pelayanan gereja sejak kecil," kata Agustina. Ia bersyukur melihat anak didiknya mampu tampil maksimal dan menyentuh hati umat.
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari pembinaan karakter dan bakat siswa di TKK Beata Maria Helena Bello. Sekolah berencana menjadikan pelayanan koor ini sebagai agenda rutin pengembangan iman di masa depan.