NUSA TENGGARA TIMUR — Ribka menyampaikan hal tersebut dalam sebuah forum resmi yang dikutip dalam keterangan pers yang diterima redaksi, kemarin. Ia secara spesifik meminta organisasi yang mewadahi warga keturunan Tionghoa itu untuk meninggalkan legacy atau warisan berkelanjutan, bukan sekadar eksistensi organisasi semata.
Dari Seremonial Menuju Kebijakan Publik
Menurut Ribka, PIKI memiliki potensi besar untuk menjadi aktor yang relevan dalam proses pembangunan nasional. Ia menilai selama ini organisasi tersebut kerap berkutat pada kegiatan internal yang tidak berdampak luas bagi masyarakat.
"Saya mengajak PIKI menjadi organisasi yang berpengaruh nyata terhadap kebijakan publik, serta meninggalkan legasi berkelanjutan bagi bangsa," ujar Ribka dalam pernyataannya.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi kemasyarakatan di era reformasi tidak bisa lagi hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi. Pemerintah, kata Ribka, membutuhkan mitra strategis yang mampu memberikan masukan teknis dan solusi atas