LABUAN BAJO — Peristiwa bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R., menghadiri syukuran pelantikan anggota Brimob Bripda J.G. Ketiganya datang sebagai tamu undangan dan diterima baik oleh tuan rumah.
Arahan Meninggalkan Lokasi Memicu Ketegangan
Dalam perjalanan acara, terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi tempat acara.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya. Di sana, terjadi pemukulan dan pengeroyokan terhadapnya.
Satu Anggota TNI Melarikan Diri dan Mengambil Pisau
Saat berusaha membantu rekannya, Pratu I.W. juga menjadi sasaran pengeroyokan. Dalam kondisi terdesak, ia berhasil melarikan diri menuju rumah orang tuanya dan mengambil sebuah pisau kerambit.
"Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangannya di Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Saksi Mata Melihat Warga Gagal Melerai
Kapendam mengungkapkan, keterangan tersebut diperkuat oleh sejumlah saksi mata yang mengaku melihat langsung tindakan pengeroyokan. Para saksi menyebut warga sempat berupaya melerai, namun aksi tetap berlangsung.
Dalam berita acara pemeriksaan, Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat. Ia menyatakan tindakan itu dilakukan karena merasa terdesak dan keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.
Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit
Setelah terdengar teriakan adanya korban terkena tusukan, situasi berangsur kondusif. Anggota Brimob yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kodam IX/Udayana menegaskan seluruh fakta yang disampaikan masih merupakan hasil pemeriksaan awal. Pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait insiden yang melibatkan dua institusi keamanan tersebut.