Pencarian

BBPOM Kupang Edukasi 130 Mahasiswa di NTT soal Bahaya Penyalahgunaan Obat Tertentu, 70 Persen Pelaku Remaja

Minggu, 14 Juni 2026 • 12:52:31 WIB
BBPOM Kupang Edukasi 130 Mahasiswa di NTT soal Bahaya Penyalahgunaan Obat Tertentu, 70 Persen Pelaku Remaja
Kepala BBPOM Kupang Sem Lapik memberikan edukasi virtual kepada 130 mahasiswa di NTT mengenai bahaya penyalahgunaan obat tertentu.

KUPANG — Kepala BBPOM Kupang Sem Lapik menyatakan kegiatan yang digelar secara virtual itu merupakan upaya strategis menekan angka penyalahgunaan OOT. Data BPOM dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebut sekitar 70 persen pelaku penyalahgunaan obat-obatan tertentu adalah remaja.

“Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena para pelajar adalah calon penopang generasi emas 2045,” ujar Ketua Tim Penindakan BBPOM Kupang Yasinta Udayana Nona dalam keterangannya, Sabtu.

Mengapa OOT Berbahaya bagi Mahasiswa?

Dalam webinar bertema "Bersama Melawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)" itu, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Kupang Frama El Lefiyana Pollo menjelaskan bahwa OOT adalah obat selain narkotika dan psikotropika yang bisa menimbulkan ketergantungan jika digunakan tidak sesuai aturan.

Penyalahgunaan masih terjadi, antara lain karena obat dikonsumsi tanpa resep dokter, tidak sesuai aturan pakai, atau digunakan bukan untuk tujuan pengobatan. “Padahal, dampaknya bisa berbahaya. Mulai dari pusing, halusinasi, overdosis, hingga gangguan kesehatan jangka panjang dan masalah sosial yang dapat merugikan masa depan,” kata Frama.

Modus Peredaran di Era Digital

BBPOM Kupang menyoroti maraknya peredaran obat ilegal melalui media sosial dan platform digital. Hal ini dinilai memudahkan akses remaja terhadap obat-obatan berbahaya tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 130 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTT itu juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab. Topik yang dibahas mencakup tanda-tanda awal ketergantungan hingga strategi pengawasan obat ilegal di era digital.

Apa Langkah BBPOM Selanjutnya?

Melalui Agent of Change (AoC) dan Tim Penindakan, BBPOM Kupang berharap generasi muda tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga agen pencegahan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Masyarakat diimbau menggunakan obat secara bijak sesuai aturan pakai dan anjuran tenaga kesehatan guna melindungi diri dan keluarga dari risiko penyalahgunaan obat.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks