Pencarian

Test Drive Mercedes-AMG E53 Hybrid Wagon 2026: 604 HP Elektrifikasi yang Serba Tanggung

Jumat, 03 Juli 2026 • 21:18:02 WIB
Test Drive Mercedes-AMG E53 Hybrid Wagon 2026: 604 HP Elektrifikasi yang Serba Tanggung
Mercedes-AMG E53 Hybrid Wagon 2026 hadir dengan tenaga total 604 HP berkat sistem hybrid.

NUSA TENGGARA TIMUR — Mercedes-AMG E53 Hybrid Wagon 2026 yang baru diuji coba oleh jurnalis The Drive selama sepekan penuh menyajikan paradoks yang menarik. Di satu sisi, ia menawarkan angka output 604 tenaga kuda dengan bantuan sistem Race Start, hanya berselisih 20 hp dari Audi RS6 Avant bertenaga V8. Namun di sisi lain, bobot 5.401 pon membuatnya lebih berat 400 pon dari rival asal Ingolstadt tersebut.

Mesin Enam Silinder Tersembunyi di Balik Sistem Hybrid

Di bawah kap, mobil ini tetap mengandalkan mesin 3.0-liter turbo inline-six yang menghasilkan 443 hp dan 413 lb-ft torsi secara mandiri. Motor listrik yang terpasang di transmisi menambah 161 hp dan 354 lb-ft. Total output sistem mencapai 577 hp, atau 604 hp jika paket Dynamic Start diaktifkan.

Fitur Race Start pada dasarnya adalah sistem launch control dengan tambahan dorongan elektronik—mirip mekanisme PowerShot yang pernah ada di Dodge Hornet hybrid. Sayangnya, meskipun output-nya mengesankan, akselerasi 0-60 mph dalam 3,8 detik masih kalah setengah detik dari BMW M5 Touring dan Audi RS6 Avant.

Dua Kepribadian dalam Satu Bodi Wagon

Secara default, E53 hybrid selalu memulai perjalanan dalam mode EV. Untuk mobil keluarga seberat 2,4 ton, tenaga 161 hp dari motor listrik saja terasa kurang bertenaga. Saat baterai habis, mesin bensin akan menyala otomatis—sebuah kabar baik bagi pemilik yang malas mengisi daya PHEV-nya.

Di mode Comfort, mobil ini meredam hampir semua kebisingan dan getaran. Velg 21 inci AMG cross-spoke yang dipasang pada unit tes tidak mengganggu kualitas berkendara yang empuk. Namun begitu mode Sport atau Track dipilih, suara knalpot performa berubah menjadi garang—sebuah transformasi yang terasa paksa.

Harga dan Posisi di Pasar

Harga dasar E53 Hybrid Wagon berada di bawah USD 95.000, atau sekitar Rp 1,5 miliar dengan kurs Rp 16.000. Unit tes yang diisi penuh opsi mencapai USD 116.980 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Angka ini masih jauh lebih murah dibanding BMW M5 Touring dan Audi RS6 Avant yang sudah di atas USD 120.000.

Yang menarik, ketiadaan model E63 di segmen wagon membuat E53 menjadi satu-satunya opsi performa tinggi dari Mercedes-AMG di kelas ini. Dengan bobot yang lebih ringan 124 pon dari BMW M5 Touring, E53 sebenarnya punya potensi, namun sistem hybrid-nya belum cukup matang untuk bersaing secara langsung.

Konsumsi BBM dan Jarak Tempuh Listrik

Menurut data EPA, E53 Hybrid Wagon mencatatkan konsumsi 22 mpg (sekitar 9,3 km/liter) dalam mode hybrid. Angka 56 MPGe (setara 23,8 km/liter) berlaku saat menggunakan tenaga listrik murni. Jarak tempuh EV mencapai 41 mil (66 km)—cukup untuk komuter harian di perkotaan.

Skor akhir dari jurnalis The Drive: 6,5 dari 10. Sebuah angka yang mencerminkan produk yang melakukan banyak hal dengan baik, tetapi tidak ada satu pun yang benar-benar istimewa.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks