ENDE — Marselinus Sina mengawali penyampaian aspirasi dengan memaparkan kebijakan pembiayaan sekolah yang telah diterapkan di SMAN 1 Ende. Ia menjelaskan, besaran iuran GGP (Gerakan Gotong Royong Pendidikan) ditetapkan sebesar Rp1,2 juta, namun sekolah menyediakan sejumlah skema keringanan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Skema Pembebasan Biaya untuk 80 Siswa
Marselinus merinci, bagi siswa yang memiliki hubungan kakak-beradik kandung, cukup satu orang yang melakukan pembayaran penuh sementara saudaranya dibebaskan. Sementara itu, siswa dari keluarga prasejahtera diberikan kemudahan pembayaran secara bertahap setiap bulan, bahkan dibebaskan total apabila benar-benar tidak mampu.
"Sekitar 80 siswa di SMA Negeri 1 Ende saat ini memperoleh kebijakan pembebasan biaya tersebut," ungkapnya.
TPG Guru: Sumber Penghasilan Vital yang Kerap Terlambat
Dalam kesempatan itu, Marselinus menyuarakan harapan para guru terkait kelancaran penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi. Ia menegaskan bahwa TPG menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi tenaga pendidik, sehingga keterlambatan pencairan berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak guru.
Ia juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam mendongkrak kualitas pembelajaran di sekolah tersebut.
Peralatan Laboratorium Masih Diadakan Bertahap
Di bidang sarana dan prasarana, Marselinus meminta dukungan pemerintah untuk membantu sekolah mengakses pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menjelaskan, SMAN 1 Ende masih membutuhkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, terutama kelengkapan peralatan laboratorium yang selama ini pengadaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan sekolah.
"Fasilitas laboratorium yang memadai sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran peserta didik," ujarnya.
Perluasan PIP: Masih Ada Siswa yang Membutuhkan
Marselinus juga meminta agar penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 1 Ende dapat diperluas. Menurutnya, masih terdapat peserta didik yang membutuhkan bantuan pendidikan sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD Provinsi NTT, dan pemerintah desa untuk memperjuangkan akses bantuan tersebut.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kunjungan kerja tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah dan DPRD Provinsi NTT. Marselinus menilai, dukungan terhadap kesejahteraan guru, bantuan pendidikan bagi siswa, serta penguatan fasilitas sekolah akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Ende.