KUPANG — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kota Kupang memasuki babak baru. Wali Kota Kupang Christian Widodo memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan "1st International Conference Politani Kupang" yang dijadwalkan berlangsung pada 26-27 November 2026.
Dalam pertemuan dengan jajaran direksi Politani Kupang, Rabu (18/9), Christian menyatakan bahwa pemerintah kota sangat membutuhkan kajian akademis sebagai fondasi kebijakan. "Politani memiliki kapasitas yang kuat di sektor pertanian dan pangan. Mari kita bersinergi bersama untuk membangun kota ini," ujarnya.
Dukungan Operasional dan Pembicara Kunci
Pemkot Kupang tidak hanya hadir sebagai simbol. Christian Widodo menyatakan kesediaannya menjadi pembicara kunci dalam konferensi tersebut. Pemerintah kota juga menyiapkan dukungan operasional berupa bus dan armada VIP untuk memobilisasi tamu internasional.
Selain itu, perangkat daerah terkait akan diutus untuk mengikuti sesi-sesi paralel konferensi. Langkah ini dinilai penting untuk menjembatani dunia akademik dengan birokrasi agar hasil riset tidak berhenti di jurnal, melainkan bisa diimplementasikan di lapangan.
Tema Konferensi: One Health dan Perubahan Iklim
Direktur Politani Kupang Johanis A Jermias menjelaskan, seminar nasional yang rutin digelar pihaknya kini ditingkatkan menjadi konferensi internasional. Tema yang diangkat adalah "Sustainable Green and Socio-Agricultural Technology berbasis One Health".
Pendekatan One Health menyoroti keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Menurut Johanis, tema ini relevan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Konferensi ini akan menghadirkan akademisi dari Van Hall Larenstein University (Belanda), Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College (Tiongkok), National University of Singapore (NUS), Monash University (Australia), serta Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL), Timor-Leste.
Peluang Kerja Sama dan Kendala Akses Kampus
Dalam pertemuan yang sama, Pemkot Kupang dan Politani juga membahas peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian perkotaan, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun, ada satu kendala yang disampaikan pihak kampus: akses menuju kawasan kampus. Menanggapi hal itu, Christian Widodo berjanji akan memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait. "Prinsipnya, kepentingan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan mengedepankan koordinasi dan penyelesaian sesuai koridor hukum agar aktivitas akademik tidak terganggu," tegasnya.