NUSA TENGGARA TIMUR — Mengacu pada laman Logam Mulia, Antam menawarkan tiga varian produk perak. Untuk perak batangan 250 gram, harganya dipatok Rp 10.500.000. Sementara itu, perak batangan 500 gram dibanderol Rp 20.075.000. Antam juga menjual perak butiran murni 99,95 persen.
Adapun harga sebelumnya, perak Antam masih berada di level Rp 39.050 per gram. Artinya, dalam sehari, logam mulia ini mencatat kenaikan hampir 2,2 persen.
Perak Dunia Dekati US$ 60, Minyak Jadi Katalis
Di pasar global, harga perak menguat 2,22 persen menjadi US$ 59,26 per ons. Angka ini mendekati level psikologis US$ 60. Penguatan terjadi setelah harga minyak mentah turun tajam lebih dari 4 persen.
Penurunan harga minyak dipicu oleh jeda konflik antara AS dan Iran selama akhir pekan. AS menangguhkan serangan terhadap Iran yang berlangsung hampir dua minggu tanpa pengumuman resmi. Teheran pun mengklaim telah mengakhiri serangan balasannya dan mulai berdiskusi dengan Oman mengenai Selat Hormuz.
“Logam mulia jelas diuntungkan hari ini dari aksi harga ganda pada minyak dan dolar AS,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer. Menurutnya, harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat membebani pasar.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed dan Nasib Emas
Di sisi lain, investor tengah menanti keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga. Namun, sekitar 80 persen pedagang melihat kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Sementara itu, harga emas dunia ikut terangkat. Emas spot naik 1,4 persen ke US$ 4.110,56 per ons. Indeks dolar AS yang turun 0,3 persen membuat emas dan perak lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Waterer menambahkan, nasib emas dalam waktu dekat sangat terkait dengan arah harga minyak. “Jalur kenaikannya kemungkinan akan tetap bergejolak dan sangat dipengaruhi oleh berita utama geopolitik sampai perdamaian yang lebih langgeng terwujud,” katanya.
Bagi investor domestik, kenaikan harga perak Antam ini bisa menjadi momentum. Namun, fluktuasi harga tetap perlu dicermati mengingat ketegangan geopolitik masih bisa memicu perubahan arah pasar kapan saja.