MANGGARAI BARAT — Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan seluruh fasilitas publik di kawasan wisata super prioritas itu telah diperiksa dan dinyatakan aman. Pemeriksaan meliputi Pelabuhan, Bandara, dan fasilitas umum lainnya.
"Kami sudah cek di Pelabuhan, di bandara semuanya aman, tidak ada kerusakan, termasuk fasilitas umum lainnya," kata Edistasius, Sabtu, dilansir dari Antara.
Operasional Pelayaran dan Penerbangan Kembali Normal
Edistasius menjelaskan, pascagempa sempat terjadi kenaikan air laut hingga 0,3 meter dalam beberapa menit. Namun, berdasarkan keterangan BMKG, fenomena itu tidak berbahaya dan tidak berpotensi tsunami besar.
Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah mengizinkan kapal-kapal wisata berlayar kembali sejak pukul 10.00 Wita. Penerbangan dari dan menuju Labuan Bajo juga dilaporkan sudah berjalan normal.
986 Wisatawan Dievakuasi dari Pulau Padar
Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana di kawasan Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima). Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah berhasil dipulangkan.
Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo juga telah dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain di kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin dari Meurorah Hotel kini telah kembali ke akomodasi masing-masing.
"Tak ada wisatawan yang menjadi korban jiwa," imbuh Edistasius.
Hotel Jayakarta Alami Kerusakan Struktur
Meski aktivitas pariwisata disebut aman, hasil pemantauan sementara Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas penginapan. Hingga pukul 13.45 WITA, Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan yang roboh.
Seluruh tamu dan karyawan hotel dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang lebih aman. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak gempa pada sektor pariwisata dan infrastruktur lainnya di Labuan Bajo.