NUSA TENGGARA TIMUR — Garmin Cirqa saya pakai untuk mencatat aktivitas selama liputan IFA 2026 di Berlin. Tracker ini tidak punya layar, ringan, dan nyaman dipakai sepanjang hari. Tapi ada satu masalah yang langsung terasa begitu saya mencoba berpindah tempat dengan transportasi umum.
Hari Pertama Tembus 17.902 Langkah
Angka itu jauh di atas perkiraan. Kompleks Berlin Messe memang luas, dengan lorong dan hall tersembunyi yang mudah ditemukan secara tidak sengaja tapi sulit dicari lagi saat benar-benar dibutuhkan.
Hari pertama saya habiskan untuk mencari tahu tata letak lokasi. Hari kedua lebih terarah karena sudah punya jadwal pertemuan yang tersebar di seluruh kompleks.
Pada hari kedua, langkah tercatat 10.628. Jauh lebih rendah karena saya tidak lagi berkeliling tanpa arah.
Rincian Data Dua Hari di IFA
- Hari 1: 17.902 langkah, rata-rata heart rate 111 bpm, maksimum 151 bpm, total 2.407 kalori
- Hari 2: 10.628 langkah, rata-rata heart rate 117 bpm, maksimum 148 bpm, total 1.121 kalori
Total dua hari: 28.530 langkah. Data heart rate dan kalori masuk akal untuk intensitas berjalan di pameran teknologi.
Lebih Tinggi dari Hari Mana Pun di MWC
Hari pertama IFA mencatat 17.902 langkah, melampaui capaian harian mana pun selama liputan Mobile World Congress di Barcelona pada Maret lalu. Bedanya, MWC berlangsung lima hari dengan total 67.398 langkah.
IFA hanya dua hari. Jadi meski puncak hariannya lebih tinggi, total keseluruhan MWC tetap lebih besar.
Masih Kalah dari Hari Pertama CES
Hari pertama Consumer Electronics Show di Las Vegas awal Januari mencatat 20.253 langkah. Itu lebih dari dua kali rata-rata harian saya di rumah.
Las Vegas memang tidak ramah pejalan kaki. Untuk menyeberang jalan saja, kita harus berjalan setengah mil lagi menyusuri strip dan melewati beberapa kasino.
Data Jarak dan Pace Terganggu Perjalanan U-Bahn
Saya tidak memasukkan total jarak dan pace ke tabel karena angkanya jelas melenceng. Setiap hari, saya memulai walking workout begitu keluar hotel, berjalan sekitar setengah mil ke stasiun U-Bahn terdekat, lalu naik metro sekitar dua mil menuju lokasi pameran.
Garmin Cirqa menafsirkan waktu di atas kereta sebagai pergerakan saya. Akibatnya, pace rata-rata hari pertama tercatat 8 menit 41 detik per mil — pace lari, bukan pace berjalan di pameran.
Garmin juga melaporkan jarak 14,14 mil pada hari pertama. Itu setara 1.266 langkah per mil, jauh di bawah rata-rata normal saya yang mendekati 2.000 langkah per mil.
Nyaman Dipakai, Tapi Belum Tentu Dipakai Lagi
Ada dua alasan saya memilih Garmin Cirqa. Pertama, bobotnya ringan dan nyaman sampai sering lupa sedang memakainya. Kedua, saya ingin tetap memakai jam mekanik di pergelangan kiri untuk memantau waktu — selisih waktu sembilan jam antara Seattle dan Berlin jadi alasan utamanya.
Apakah saya akan memakai Garmin Cirqa lagi saat liputan pameran teknologi berikutnya? Kemungkinan tidak. Ketiadaan GPS memaksa perangkat ini menumpang sinyal ponsel, yang tidak selalu ideal.
Saya juga lebih memilih wearable yang bisa membedakan waktu berjalan dari waktu naik kereta bawah tanah.
Kelebihan
- Ringan dan nyaman, hampir tidak terasa di pergelangan tangan
- Tanpa layar, cocok untuk yang ingin memantau aktivitas tanpa distraksi
- Pencatatan heart rate dan kalori konsisten selama dua hari pemakaian
Kekurangan
- Tidak ada GPS, bergantung pada sinyal ponsel
- Data jarak dan pace kacau saat pengguna naik transportasi umum
- Tidak bisa membedakan waktu berjalan dari waktu berkendara
Verdict
Garmin Cirqa cocok untuk pengguna yang ingin tracker tanpa layar untuk aktivitas harian di sekitar rumah atau kantor. Nyaman dipakai seharian, pencatatan heart rate dan kalori masuk akal.
Tapi kalau rutinitas harian Anda melibatkan transportasi umum atau perpindahan dengan kendaraan, data jarak dan pace-nya tidak bisa diandalkan. Untuk kebutuhan itu, tracker dengan GPS built-in lebih tepat.