NUSA TENGGARA TIMUR — Konsep gravel running shoes sebenarnya bukan barang baru—pelari sudah lama mencari jalur kerikil untuk pengalaman berlari yang lebih tenang. Namun, kategori sepatu ini baru benar-benar populer beberapa tahun terakhir, terinspirasi dari sukses gravel bike yang dirancang untuk segala medan. Saya sendiri sudah memakai tiga model terbaik di kategori ini sepanjang 2026, dan hasilnya mengejutkan: sepatu ini bisa menggantikan peran dua sepatu sekaligus dalam rotasi harian saya.
Apa yang Membuat Sepatu Gravel Berbeda dari Sepatu Trail Biasa?
Perbedaan paling mendasar ada di midsole. Sepatu gravel menggunakan foam empuk dan energik yang sama seperti sepatu jalan raya modern, bukan material keras yang biasa dipakai sepatu trail untuk stabilitas di medan ekstrem. Hasilnya, Anda tetap dapat sensasi memantul yang nyaman saat berlari di aspal, tapi dengan tambahan outsole yang lebih kokoh.
Erin Cooper, Director of Performance & SportStyle di Salomon, menjelaskan bahwa kunci utama ada pada lug atau tonjolan karet di sol. "Sepatu gravel kami menggunakan outsole contaGRIP dengan lug 2.5mm, sedangkan sepatu trail punya lug 4mm atau lebih," katanya. Lug yang dangkal ini memberikan traksi cukup untuk trek ringan, jalan kerikil, dan perbukitan non-teknis, tapi tetap terasa mulus saat dipakai di jalan aspal yang rata.
Upper sepatu gravel juga mengambil jalan tengah: ringan dan breathable seperti sepatu jalan, tapi dengan perlindungan tambahan di area jari kaki untuk durabilitas saat terkena batu kecil atau ranting.
Salomon Aero Glide 4 GRVL: Pelopor yang Paling Seimbang
Salomon memang yang paling serius menggarap kategori ini, dan Aero Glide 4 GRVL adalah bukti terbaiknya. Midsole berbahan OptiFoam Squared—foam TPU supercritical—memberikan kombinasi empuk dan memantul yang pas untuk lari easy sampai steady pace. Outsole-nya mencengkeram dengan baik di trek ringan dan aspal, baik kondisi kering maupun basah.
Yang perlu Anda pertimbangkan: sistem quick-lace bawaan sepatu trail Salomon mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang. Tali ini memang praktis—tinggal tarik toggle untuk mengencangkan—tapi tekanan dari tali bisa terasa kurang nyaman dibandingkan tali sepatu standar. Ini masalah preferensi pribadi, jadi coba dulu di toko sebelum memutuskan.
The North Face Altamesa 500 v2: Bantalan Paling Empuk di Kelasnya
Altamesa 500 v2 sebenarnya diposisikan sebagai sepatu all-terrain, tapi performanya di kategori gravel sangat impresif. Lug-nya lebih dalam—4mm—tapi tetap terasa halus di aspal. Midsole Dream foam-nya sangat springy dan nyaman untuk lari jarak jauh; saya memakainya untuk semua sesi lari saat liburan, campuran jalan aspal, kerikil, dan trail ringan.
Keunggulan utamanya adalah kenyamanan. Sepatu ini terasa seperti sepatu jalan raya premium dengan traksi ekstra, bukan sepatu trail yang dipaksa bekerja di jalanan. Untuk pelari yang sering berganti-ganti medan dalam satu pekan, ini pilihan paling versatile.
Asics Blazeblast: Sepupu Novablast yang Lebih Tangguh
Asics Novablast adalah salah satu sepatu jalan raya terpopuler di pasaran, tapi outsole-nya kurang kokoh untuk trek ringan. Blazeblast hadir sebagai solusi: DNA yang sama—termasuk stack foam tinggi yang nyaman—tapi dengan outsole penuh ber-lug 2.5mm yang lebih tahan lama di permukaan gravel.
Saya memakai sepatu ini untuk lari 15 mil (sekitar 24 km) di medan campuran dan bahkan untuk memanjat bebatuan bersama anak-anak. Outsole yang lebih tebal memberikan perlindungan ekstra yang tidak akan Anda dapatkan dari Novablast biasa. Jika Anda sudah menyukai Novablast, Blazeblast adalah upgrade logis untuk variasi medan.
Kelebihan dan Kekurangan Sepatu Gravel
- Kelebihan: Satu sepatu untuk semua medan—hemat biaya karena tidak perlu dua pasang
- Kelebihan: Bantalan empuk ala sepatu jalan raya yang nyaman untuk pemakaian harian
- Kelebihan: Lug dangkal tidak mengganggu kenyamanan di aspal
- Kekurangan: Tidak cukup agresif untuk trail teknis berbatu atau berlumpur ekstrem
- Kekurangan: Beberapa model (seperti Salomon) punya sistem tali yang tidak disukai semua orang
- Kekurangan: Harga cenderung premium karena teknologi hybrid
Verdict: Apakah Sepatu Gravel Layak Dibeli?
Jika Anda menghabiskan 70% waktu berlari di jalan raya dan 30% sisanya di trek ringan, sepatu gravel adalah pilihan paling masuk akal. Anda mendapat kenyamanan sepatu jalan dengan durabilitas ekstra—dan tidak perlu membawa dua pasang sepatu saat traveling.
Sebaliknya, jika rutinitas Anda didominasi trail teknis dengan bebatuan besar atau lumpur tebal, sepatu trail khusus tetap wajib. Sepatu gravel bukan pengganti untuk kebutuhan itu. Tapi untuk mayoritas pelari rekreasi yang ingin satu sepatu andalan, kategori ini layak masuk daftar belanja Anda.