Pencarian

iPhone Ultra vs Galaxy Z Fold 8 Ultra: Pertarungan Harga Rp 40 Juta dan Kekurangan Masing-Masing

Senin, 31 Agustus 2026 • 12:07:01 WIB
iPhone Ultra vs Galaxy Z Fold 8 Ultra: Pertarungan Harga Rp 40 Juta dan Kekurangan Masing-Masing
iPhone Ultra dan Galaxy Z Fold 8 Ultra dipamerkan bersamaan dalam ajang peluncuran ponsel lipat premium di Nusa Tenggara Timur.

NUSA TENGGARA TIMUR — Persaingan ponsel lipat tahun ini mencapai titik paling intens. Samsung sudah lebih dulu melempar Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan harga USD 2.099 (sekitar Rp 33,5 juta), dan Apple dikabarkan akan membalas lewat iPhone Ultra yang harganya bisa menembus USD 2.500 (sekitar Rp 40 juta) saat dirilis. Dengan selisih harga yang berpotensi besar, pertanyaannya bukan cuma soal gengsi, tapi apakah mahalnya itu sepadan dengan apa yang Anda dapatkan.

Soal Harga: Investasi yang Butuh Pertimbangan Matang

Ini adalah faktor pertama yang bisa menggagalkan niat beli. Galaxy Z Fold 8 Ultra memang sudah mahal, tapi iPhone Ultra diprediksi menembus angka yang sulit dicerna—bahkan untuk standar ponsel premium. Analis memperkirakan banderolnya bisa menyentuh USD 2.500 atau sekitar Rp 40 juta.

Untuk konteks pasar Indonesia, uang segitu bisa dipakai untuk membeli motor matic baru atau DP mobil. Jadi, sebelum tergoda fitur canggih, tanyakan dulu: apakah Anda benar-benar butuh ponsel lipat, atau sebenarnya tablet sudah cukup? Ini keputusan yang harus berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar gengsi.

Bentuk Fisik: Lebar vs Tinggi, Mana yang Lebih Ergonomis?

Perbedaan paling mendasar ada di bentuk. Galaxy Z Fold 8 Ultra memakai profil tinggi dan ramping—hanya 4,22 mm saat terbuka dengan bobot 7,8 ons (sekitar 221 gram). Sayangnya, bentuk tinggi menyulitkan jempol menjangkau sudut atas layar saat digunakan satu tangan.

Rumor menyebut iPhone Ultra justru lebih lebar, mirip paspor, dengan ketebalan sekitar 4,8 mm dan bobot 8,1–8,5 ons. Bentuk ini lebih nyaman digenggam dan saat terbuka, layar 4:3-nya memberi ruang setara buku untuk multitasking atau membaca. Walau secara angka Samsung lebih tipis dan ringan, saya lebih memilih siluet lebar yang praktis untuk penggunaan harian.

Layar Tanpa Lipatan: Janji Besar Apple yang Sulit Dibuktikan

Apple dikabarkan berusaha membuat layar iPhone Ultra mulus tanpa bekas lipatan sama sekali. Ini adalah mimpi semua produsen ponsel lipat. Namun, saya ragu secara fisika. Membengkokkan kaca ultra-tipis ribuan kali pasti meninggalkan jejak, cepat atau lambat.

Faktanya, bekas lipatan di Galaxy Z Fold 8 Ultra tidak lagi mengganggu. Teknologi engsel dan layar model tetesan air (teardrop) Samsung sudah sangat matang—lipatannya nyaris tak terlihat jika dilihat dari depan. Saya masih bisa merasakan sedikit lekukan di bawah jari, tapi itu bukan masalah besar. Jika Apple benar-benar sukses menghilangkan lipatan, itu pencapaian luar biasa. Tapi untuk pengguna rata-rata, hidup dengan sedikit lipatan bukan pengorbanan besar.

Kamera: Keandalan Apple vs Fleksibilitas Samsung

Ini titik di mana pilihan jadi sulit. Bocoran menunjukkan iPhone Ultra hanya membawa dua kamera: sensor utama 48MP dan ultrawide 48MP, tanpa lensa telefoto khusus. Komputasi fotografi Apple memang jempolan untuk foto point-and-shoot. Namun untuk fleksibilitas, Galaxy Z Fold 8 Ultra jelas unggul.

Samsung melengkapi foldable-nya dengan tiga kamera: utama 200MP, ultrawide 50MP, dan telefoto 10MP dengan zoom optik 3x. Untuk memotret subjek jauh tanpa kehilangan detail, lensa telefoto itu penting. Samsung juga memberi fitur Pro Video dan Expert RAW yang memberikan kendali manual penuh. Kalau kreativitas adalah prioritas utama, Z Fold 8 Ultra pemenangnya mutlak.

Performa dan Baterai: Ketahanan yang Mencengangkan

Dari sisi dapur pacu, Galaxy Z Fold 8 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite for Galaxy dengan baterai 5.000 mAh. Pada uji coba, ponsel ini bertahan 14 jam 33 menit—lebih dari dua jam lebih lama dari generasi sebelumnya. Apple kabarnya akan memakai chip A20 Pro dengan proses 2nm dan baterai split 4.883 mAh.

Efisiensi chip Apple memang legendaris, dan optimasi background iOS yang agresif bisa membuatnya setara. Tapi Samsung sudah membuktikan diri dengan angka nyata. Selisih kapasitas memang kecil, namun ini tetap menjadi poin plus untuk ketenangan pikiran.

Software dan Multitasking: Medan Pertempuran Sebenarnya

Samsung dan Google masih kesulitan masalah scaling aplikasi di layar lipat. Beberapa game favorit saya terlihat membentang aneh saat dibuka ke layar utama. Keunggulan Apple di sini adalah kontrol ketat atas pengembang. Dengan rasio seperti iPad yang sudah familiar, iPhone Ultra bisa langsung memberikan scaling sempurna.

Tapi untuk produktivitas mentah, DeX milik Samsung adalah senjata pamungkas. Menghubungkannya ke monitor eksternal mengubah ponsel menjadi workstation desktop. Ini standar yang sangat tinggi untuk ditandingi Apple.

Pada akhirnya, pilihan tergantung prioritas. Galaxy Z Fold 8 Ultra adalah pilihan rasional dengan performa dan multitasking yang sudah teruji. iPhone Ultra adalah taruhan pada masa depan dengan harga premium yang belum pasti sepadan. Tunggu ulasan setelah peluncuran untuk melihat apakah Apple benar-benar bisa memenuhi janji besarnya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks