NUSA TENGGARA TIMUR — Kepergian Hayden Panettiere di usia 36 tahun meninggalkan duka mendalam bagi penggemar dan industri hiburan Hollywood. Kabar ini semakin terasa pilu karena tiga bulan sebelumnya, aktris yang dikenal lewat film Bring It On itu justru sedang gencar mempromosikan buku memoarnya yang berisi pengakuan jujur tentang masa-masa tergelap dalam hidupnya.
Dalam buku This Is Me: A Reckoning, Panettiere mengungkapkan bahwa ia tumbuh dalam lingkungan industri yang keras sejak masih bayi. Ia mengaku telah membintangi sekitar 50 iklan komersial saat usianya baru menginjak lima tahun.
"Saya dibentuk. Saya seperti prajurit kecil dan memang selalu begitu. Kata 'tidak' tidak pernah menjadi pilihan. Saya hanya menjalankan perintah," tuturnya dalam wawancara promosi buku tersebut, seperti dikutip The Hollywood Reporter.
Tekanan Mental dan Body Dysmorphia di Usia Muda
Sorotan publik yang intens di usia remaja disebut-sebut menjadi pemicu gangguan psikologis berupa body dysmorphia. Kondisi ini diperparah ketika media tabloid kerap mengkritik bentuk fisiknya secara terbuka.
Panettiere juga mengaku mengalami pengalaman traumatis berupa pelecehan dan eksploitasi oleh sejumlah figur berpengaruh di Hollywood. Lingkungan industri yang beracun itu, menurutnya, semakin memperburuk kondisi kesehatan mentalnya.
Depresi Pascamelahirkan yang Berujung Kecanduan
Kondisi mental Panettiere merosot tajam setelah melahirkan putrinya, Kaya. Ia mengalami depresi pascamelahirkan yang parah, ditandai dengan rasa cemas dan serangan panik yang intens.
Untuk meredakan gejalanya, ia justru terjerat kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang. "Perasaan ingin menyenangkan semua orang berakumulasi menjadi amarah dan kecemasan. Hidup saya berpusat pada orang lain dan saya menempati urutan paling akhir," ungkapnya.
"Tekanan itu makin menumpuk hingga akhirnya meledak," tambahnya mengenang masa-masa kelam tersebut.
Keputusan Menyerahkan Hak Asuh dan Kehilangan Sang Adik
Di tengah proses pemulihan, Panettiere mengambil keputusan berat untuk menyerahkan hak asuh anak kepada mantan pasangannya, Wladimir Klitschko. Langkah ini diambilnya demi fokus menjalani perawatan pemulihan diri.
Duka kembali menghantamnya pada 2023 ketika sang adik, Jansen Panettiere, meninggal dunia. Kehilangan saudara kandung disebutnya sebagai pukulan paling berat yang terus membayangi hari-harinya.
Hingga akhirnya, sang aktris ditemukan tak bernyawa di sebuah hunian di Greenville. Pihak kepolisian setempat menyatakan pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi kekerasan atau hal mencurigakan. Proses penyelidikan masih berlanjut menyusul dugaan adanya kondisi darurat medis.
Kepergian Panettiere menjadi pengingat pahit tentang harga yang harus dibayar seorang bintang cilik demi bertahan di industri hiburan. Kisahnya dalam memoar tersebut kini menjadi warisan terakhir yang ia tinggalkan untuk para penggemarnya.