Pencarian

Mendikdasmen Mulai Revitalisasi 809 Sekolah di NTT, Anggaran Rp630 Miliar

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:13:40 WIB
Mendikdasmen Mulai Revitalisasi 809 Sekolah di NTT, Anggaran Rp630 Miliar
Mendikdasmen mulai revitalisasi 809 sekolah di NTT dengan anggaran Rp630 miliar.

KUPANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Seremonial peletakan batu pertama berlangsung di TK Kristen Kota Kupang pada Senin (4/5/2026) sebagai penanda dimulainya pengerjaan fisik di ratusan titik sekolah lainnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa NTT menjadi prioritas nasional karena banyaknya sekolah yang berada di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Program ini juga menjadi bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fondasi pendidikan melalui Wajib Belajar 13 Tahun.

“Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah 3T,” kata Abdul Mu’ti di sela-sela kegiatan tersebut.

Alokasi Anggaran dan Target Pengerjaan Fisik

Secara keseluruhan, Pemerintah Pusat mengucurkan dana lebih dari Rp630 miliar untuk membenahi 809 sekolah di berbagai kabupaten/kota di NTT. Hingga April 2026, tercatat sembilan satuan pendidikan sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 800 sekolah lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi.

Khusus untuk TK Kristen Kota Kupang, pemerintah mengalokasikan bantuan senilai Rp860 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun dua ruang kelas baru, satu ruang administrasi, fasilitas toilet, serta pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE). Proyek di lokasi ini ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan.

“Semoga dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar dan kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi. Kalau kualitas pendidikannya meningkat, juga akan berdampak ke peningkatan sumber daya manusia (SDM) di NTT,” tutur Menteri Mu’ti.

Kondisi Sekolah: Menggunakan Ruang Istirahat Penjaga Gereja

Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti, mengungkapkan rasa harunya atas bantuan tersebut. Sekolah yang berdiri sejak 1958 ini selama puluhan tahun beroperasi dengan fasilitas yang sangat terbatas di bawah naungan Gereja Masihi Injili di Timor (GMIT).

Nortje menceritakan bahwa selama ini aktivitas belajar mengajar harus menumpang di ruang yang mulanya diperuntukkan sebagai tempat istirahat penjaga gereja. Pihak sekolah bahkan sering memanfaatkan prosesi liturgi di gereja untuk mempromosikan kegiatan sekolah demi menjaring minat warga sekitar.

“Seluruh warga sekolah kami sangat bahagia. Doa kami semoga gedung baru nanti menjadi semangat baru dan membuat murid kami semakin senang untuk bersekolah,” ujar Nortje.

Dukungan Orang Tua terhadap Wajib Belajar 13 Tahun

Program revitalisasi ini mendapat respons positif dari wali murid yang mulai merasakan dampak kebijakan pendidikan terbaru. Selain perbaikan infrastruktur, integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah NTT dinilai membantu tumbuh kembang anak secara signifikan.

Hamida Arifin, salah satu orang tua murid, menyatakan dukungannya terhadap skema Wajib Belajar 13 Tahun. Ia melihat perkembangan pesat pada anaknya yang kini sudah mandiri dan pandai berhitung sejak mengenyam pendidikan di tingkat taman kanak-kanak.

Senada dengan Hamida, Ryan Rudolf Lewo menilai langkah pemerintah sudah tepat sasaran. “Saya melihat perjuangan guru dan kepala sekolah untuk bisa meningkatkan mutu di tengah segala keterbatasan. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar,” tutup Ryan.

Agenda peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Bagikan
Sumber: koranntt.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks