Pencarian

Polda NTT Terapi Kesehatan Mental 150 Warga Binaan Rutan Ruteng dan Ratusan Personel Lewat Metode USEFT

Senin, 29 Juni 2026 • 15:59:31 WIB
Polda NTT Terapi Kesehatan Mental 150 Warga Binaan Rutan Ruteng dan Ratusan Personel Lewat Metode USEFT
Personel Polda NTT mengikuti terapi kesehatan mental menggunakan metode USEFT di Lapangan Bhayangkara.

KUPANG — Metode USEFT yang dikembangkan langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko bersama tim riset SBMS Institute ini menyinkronkan tiga aspek: tubuh (body), pikiran (mind), dan jiwa serta spiritual (soul). Pendekatan psikologi energi ini dirancang untuk membantu individu mengelola tekanan emosional, menciptakan keseimbangan diri, dan meningkatkan ketahanan mental.

Dua Sasaran: Personel dan Warga Binaan

Untuk internal kepolisian, sesi terapi digelar setelah apel pagi di Lapangan Bhayangkara. Dipandu oleh Coach Ipda Risa Malelak bersama tim konselor USEFT Polda NTT, para personel mengikuti teknik relaksasi, afirmasi positif, dan pendekatan psikologi energi. Kapolda NTT menegaskan bahwa tantangan tugas anggota Polri saat ini tidak cukup dihadapi hanya dengan kemampuan fisik.

"Kesiapan personel tidak cukup hanya dibangun dari kemampuan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan kesehatan mental dan pengelolaan emosi yang baik. Menjaga kondisi psikologis anggota merupakan bagian penting dalam membentuk personel Polri yang profesional, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko dalam pernyataannya.

Sementara untuk eksternal, Polres Manggarai menghadirkan terapi serupa bagi 150 warga binaan di Rutan Kelas IIB Ruteng. Langkah ini merupakan bagian dari program NTT Penuh Kasih yang memperluas manfaat terapi kesehatan mental ke masyarakat.

Mengapa Metode Ini Berbeda?

USEFT bukan sekadar terapi relaksasi biasa. Metode ini mengombinasikan teknik psikologi energi dengan pendekatan spiritual. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, anggota yang memiliki keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa akan lebih siap menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

"Kami percaya bahwa anggota yang memiliki keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan tugas serta mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan profesional kepada masyarakat," kata Kombes Pol Henry.

Inovasi Berkelanjutan di Tengah Tugas Berat

Pengembangan USEFT bersama SBMS Institute menjadi salah satu inovasi Polda NTT dalam menghadirkan pendekatan baru penguatan sumber daya manusia. Melalui momentum HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT ingin membuktikan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui aspek keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia dari dalam.

Dengan kondisi mental yang sehat serta emosi yang lebih terkendali, personel diharapkan mampu menghadapi tekanan tugas sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat NTT.

Bagikan
Sumber: kalamanthana.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks