KUPANG — Polda NTT memanfaatkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 untuk menjaring talenta muda di bidang olahraga elektronik. Turnamen E-sport Kapolda Cup 2026 resmi dibuka dan diikuti oleh 20 tim perwakilan dari polres jajaran di seluruh wilayah hukum Polda NTT.
Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda NTT Kombes Pol. Yoseph Krisbiyanto menyatakan ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa. "Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan kreativitas," katanya di Kupang, Senin.
Mencari Atlet E-Sport untuk PON 2028
Polda NTT memiliki target jangka panjang dari turnamen ini. Tahun 2028, NTT akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Pihak kepolisian berharap cabang e-sport yang dilombakan saat ini bisa melahirkan atlet-atlet andalan yang akan mewakili daerah di ajang nasional nanti.
Yoseph menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap perkembangan olahraga elektronik sekaligus pembinaan generasi muda di era digital. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam turnamen ini sejalan dengan semangat Polri Presisi untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
Pemenang Akan Berlaga di Piala Kapolri Cup 2026
Persaingan antar tim berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final dengan menjunjung tinggi sportivitas. Para pemenang turnamen di tingkat Polda NTT ini tidak berhenti sampai di sini. Mereka akan mewakili Polda NTT pada turnamen E-sport Piala Kapolri Cup 2026 tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol. Hans Rachmatulloh Irawan turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan agar pengalaman bertanding dijadikan motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
"Yang paling penting dari turnamen ini adalah semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan yang terbangun di antara seluruh peserta," ujar Hans.
Olahraga Elektronik sebagai Sarana Positif
Menurut Hans, penyelenggaraan turnamen ini membuktikan bahwa olahraga elektronik bisa menjadi sarana positif untuk mengembangkan potensi generasi muda. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
Polda NTT berharap melalui kompetisi ini akan lahir atlet-atlet e-sport asal Nusa Tenggara Timur yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Mereka diharapkan menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.