Pencarian

Tunjangan Guru NTT Tersalur Rp1,37 Triliun ke 63.079 ASN, Masih Ada 50 Persen Anggaran Tersisa

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:06:01 WIB
Tunjangan Guru NTT Tersalur Rp1,37 Triliun ke 63.079 ASN, Masih Ada 50 Persen Anggaran Tersisa
Tunjangan guru ASN Daerah di NTT telah tersalurkan sebesar Rp1,37 triliun kepada 63.079 penerima dari total pagu anggaran Rp2,74 triliun.

KUPANG — Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan menyatakan dana tunjangan guru ASN Daerah disalurkan melalui enam KPPN di wilayah NTT. Transfer dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima guna meminimalkan potensi penyimpangan.

Tiga Skema Tunjangan dengan Realisasi Berbeda

Dari total anggaran, terdapat tiga skema utama tunjangan. Tunjangan Profesi Guru (TPG) menjadi yang terbesar dengan realisasi Rp1,22 triliun dari alokasi Rp2,50 triliun. Dana ini menyasar 56.047 guru bersertifikasi, dengan penerima terbanyak berasal dari satuan pendidikan di bawah Pemerintah Provinsi NTT, yakni 12.100 orang.

Untuk Tunjangan Khusus Guru (TKG), penyaluran mencapai Rp141,82 miliar atau 62,62 persen dari pagu Rp226,47 miliar. Skema ini diperuntukkan bagi 6.306 guru di wilayah dengan tantangan geografis ekstrem. Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi daerah dengan penerima TKG terbanyak, yaitu 602 guru.

Sementara itu, Tambahan Penghasilan Guru telah disalurkan Rp1,48 miliar atau 42,42 persen dari alokasi Rp3,50 miliar. Skema ini diberikan kepada 726 guru ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik. Kabupaten Sumba Timur mencatat penerima terbanyak, sebanyak 95 guru.

Kabupaten Alor Pimpin Penyerapan, Retur Jadi Kendala

Secara regional, Kabupaten Alor mencatat persentase penyaluran tertinggi. Dana sebesar Rp54,57 miliar atau 54,97 persen dari pagu telah disalurkan kepada 2.033 guru. Disusul Kabupaten Lembata yang menyalurkan Rp31,92 miliar (52,81 persen) kepada 1.328 guru, serta Kabupaten Sikka dengan realisasi Rp65,05 miliar (52 persen) kepada 2.394 guru.

Meski angka penyaluran tergolong baik, Adi mengakui akurasi data penerima masih menjadi pekerjaan rumah. Pada penyaluran TPG, tercatat 412 retur akibat rekening tidak valid, tidak aktif, atau kendala administratif lainnya. Kabupaten Kupang menjadi penyumbang retur terbanyak dengan 97 kasus.

“Dari jumlah ini, 387 retur telah berhasil diproses ulang dan disalurkan kembali kepada penerima yang berhak,” kata Adi dalam keterangannya di Kupang, Kamis.

Pada skema TKG ditemukan 82 retur, di mana 81 di antaranya sudah berhasil ditangani. Adapun skema Tambahan Penghasilan Guru mencatat 52 retur dan seluruhnya telah diselesaikan melalui perbaikan data dan penyaluran ulang.

Validasi Data Rekening Penerima Jadi Kunci

Adi menekankan validasi rekening penerima menjadi kunci kelancaran penyaluran. Pengecekan rekening koran atau fotokopi buku tabungan, verifikasi melalui aplikasi mobile banking, hingga konfirmasi langsung ke pihak perbankan, merupakan langkah yang harus ditempuh pemerintah daerah.

“Penyaluran tunjangan guru bukan sekadar merealisasikan anggaran, tetapi merupakan wujud penghargaan negara atas dedikasi para pendidik,” ujar Adi.

Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan ketelitian dalam verifikasi data. Hal ini agar hak para guru dapat diterima secara tepat waktu dan tepat sasaran. Dengan demikian, para pendidik dapat lebih fokus menjalankan proses belajar mengajar di tengah tantangan geografis NTT yang tidak mudah.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks