NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut dalam forum Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jumat (10/9). Forum itu mempertemukan pemerintah, duta besar, dan pelaku usaha untuk membahas arah investasi sektor pariwisata.
Konsentrasi investasi di dua wilayah itu menjadi perhatian. Pemerintah menilai ruang perluasan masih terbuka lebar, baik dari sisi wilayah maupun ragam usaha.
Diversifikasi ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 KEK
Widiyanti menyatakan pihaknya tengah mengarahkan penanaman modal ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Langkah ini ditempuh untuk memeratakan manfaat ekonomi sektor pariwisata.
"Karenanya, kami saat ini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas lainnya di luar Bali dan Jakarta. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih terbukanya ruang yang luas untuk memperluas investasi, baik dari sisi wilayah maupun ragam usaha. Kami secara aktif mengundang investor asing dan mitra internasional, termasuk melalui dukungan KADIN Indonesia," kata Widiyanti.
Sasaran diversifikasi bukan hanya wilayah, tetapi juga jenis usaha. Investasi diarahkan ke infrastruktur pendukung aksesibilitas seperti marina kapal pesiar, serta pengembangan daya tarik wisata baru. Harapannya, terbentuk ekosistem pariwisata yang lebih kokoh dan membuka peluang ekonomi bagi daerah.
"Targetnya adalah memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Widiyanti.
Insentif Pajak hingga Pembebasan Bea Masuk
Untuk menarik investor, pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas kemudahan. Mulai dari pengurangan pajak penghasilan, insentif bagi industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan yacht.
"Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari pengurangan pajak penghasilan, insentif bagi industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan yacht," kata Widiyanti.
Danau Toba hingga Lombok Tunjukkan Pertumbuhan
Sejumlah destinasi di luar Jawa dan Bali mencatat kenaikan kunjungan pada awal 2026. Kunjungan wisatawan ke Danau Toba tumbuh lebih dari 106 persen, sementara Lombok–Gili Tramena naik 72,1 persen.
Labuan Bajo juga terus menunjukkan pertumbuhan dan dinilai punya prospek pengembangan investasi pariwisata. Pemerintah memastikan kawasan wisata utama tersebut aman dan siap menerima pengunjung di tengah upaya pemulihan pascadampak bencana di wilayah Flores.
"Pemerintah memastikan kawasan wisata utama tersebut dalam kondisi aman dan siap menyambut pengunjung di tengah upaya pemulihan pascadampak bencana di wilayah Flores," kata Widiyanti.
Kontribusi PDB Pariwisata Naik Jadi Rp1,14 Kuadriliun
Kinerja ekonomi pariwisata nasional bergerak positif. Kontribusi produk domestik bruto (PDB) pariwisata meningkat dari Rp729,1 triliun pada 2022 menjadi Rp1,14 kuadriliun pada 2025. Pemerintah menargetkan angka itu mencapai Rp1,19 kuadriliun pada akhir 2026.
Sumatra Barat Tawarkan Tiga Klaster Investasi
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi, yang hadir dalam forum, memaparkan potensi daerahnya. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan di Sumatra Barat mencapai 14,9 juta wisatawan nusantara. Sektor akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 17,57 persen.
Sumatra Barat mengelompokkan tiga klaster peluang investasi: Mentawai dengan wisata selancar kelas dunia, Padang dan Mandeh dengan wisata bahari dan MICE, serta Sawahlunto dengan wisata berbasis sejarah dan budaya.
"Kami mengajak para investor dan pelaku industri untuk datang dan melihat langsung potensi pengembangan pariwisata di Sumatra Barat, termasuk menghadiri Indian Ocean High-Level Forum pada tahun depan sebagai bagian dari jejaring strategis kerja sama kawasan Samudra Hindia," ujar Mahyeldi.
Singapura Soroti Konektivitas dan Kerja Sama Swasta
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng menilai forum ini dapat mendorong kerja sama tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antarsektor swasta.
"Singapura dan Indonesia telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dalam memperkuat sektor pariwisata. Contohnya, Singapore Airlines yang telah menghubungkan 18 titik di Indonesia dari Singapura. Peningkatan konektivitas ini telah mendatangkan lalu lintas wisatawan. Semuanya dimulai dari skala kecil sebelum akhirnya berkembang," kata Kwok Fook Seng.
Proyek Four Points by Sheraton Terealisasi
Salah satu investasi pariwisata yang sudah terwujud adalah kerja sama PT Pollux Hotels Group Tbk dengan PT Inovasi Karyadinamika sebagai bagian dari pengembangan proyek Four Points by Sheraton. Penandatanganan dilakukan Komisaris PT Inovasi Karyadinamika Kustiadi, Direktur PT Inovasi Karyadinamika Savitri, Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk Handojo Koentoro Setyadi, serta Komisaris Utama PT Pollux Hotels Group Tbk Teny Siti Febryani.
PT Inovasi Karyadinamika berpengalaman lebih dari tiga dekade di bidang kontraktor interior, khususnya untuk commercial space seperti hotel, perkantoran, dan ritel, termasuk sejumlah hotel bertaraf internasional. Perusahaan ini akan terlibat dalam proyek Four Points by Sheraton.
Bagi traveler, deretan angka ini bukan sekadar statistik. Arah investasi ke destinasi di luar Jakarta dan Bali menentukan munculnya hotel, marina, dan atraksi baru yang akan memengaruhi pilihan liburan dalam beberapa tahun ke depan.