NUSA TENGGARA TIMUR — Mantan penjaga gawang Persib Bandung itu mengakui bahwa keputusan pindah ke klub ibu kota bukanlah hal yang mudah. Sentimen rivalitas antara Bobotoh dan Jakmania menjadi pertimbangan serius yang harus ia diskusikan dengan orang-orang terdekat.
Diskusi Panjang dengan Istri dan Keluarga
"Jujur saya harus diskusi soal ini dengan istri saya, dengan keluarga saya di Bandung. Ini suatu langkah yang besar bagi karier saya," ujar Aqil kepada awak media termasuk Telusur.co.id di Jakarta Fair Kemayoran, Minggu (12/7/2026).
Setelah melalui perdebatan internal, Aqil menegaskan bahwa tawaran dari Persija adalah sebuah kesempatan yang tidak boleh ia lewatkan. "Setelah saya menetapkan diri dan menetapkan hati saya, ini ada suatu kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan," tegasnya.
Alasan Memilih Macan Kemayoran
Aqil mengaku menerima tawaran dari beberapa klub lain sebelum memutuskan bergabung dengan skuad asuhan Shin Tae-yong. Namun, ia merahasiakan nama-nama klub tersebut demi menjaga privasi mereka. "Oh banyak. Saya tidak bisa sebutin klub-klubnya... Dan saya cocok dengan visi-misi Persija," ungkapnya.
Visi dan misi manajemen Persija dinilai selaras dengan ambisi pribadi Aqil. "Alasannya saya ingin mencari tantangan, dan saya lihat cocok sekali dengan apa yang Persija inginkan sejak awal mereka menawarkan kontrak bersama saya. Ini saya lihat sebagai peluang besar untuk saya dan untuk karier masa depan saya," tambah kiper kelahiran Bandung tersebut.
Catatan Impresif di Bhayangkara dan Proyeksi di Persija
Pada musim lalu, Aqil tampil gemilang bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC. Di bawah asuhan Paul Munster, ia bermain dalam 30 pertandingan dan mencatatkan sembilan clean sheet. Performa konsisten ini yang membuat Persija tertarik menjadikannya kiper utama.
Saat ini, posisi penjaga gawang Macan Kemayoran dihuni oleh dua kiper muda, Cyrus Margono dan Muhammad Hafizh Rizkianur. Kehadiran Aqil diproyeksikan untuk mengisi pos kiper senior dan menjadi andalan di musim depan.