NUSA TENGGARA TIMUR — Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), menjadi momen bagi jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk mempertegas arah kebijakan sektor ekonomi kreatif ke depan. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa persatuan dan keadilan adalah fondasi utama kemajuan negara, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
Presiden juga memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan serta mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sejumlah wilayah Indonesia lainnya.
Kemerdekaan Sebagai Momentum Penguatan Ekonomi Kreatif
Bagi Kemenekraf, momen kemerdekaan kali ini bukan sekadar seremonial tahunan. Menteri Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui karya nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kemerdekaan sejati tercermin dari kemampuan kita menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat, serta senantiasa memaknai kemerdekaan dengan terus memberi transformasi kreativitas bagi masyarakat," ujar Teuku Riefky dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 ini menjadi panggilan untuk mengobarkan semangat kebangsaan melalui inovasi serta kreativitas yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi.
Subsektor Strategis: Lapangan Kerja, Ekspor, dan Investasi
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar yang turut hadir dalam upacara menekankan peran strategis ekonomi kreatif dalam struktur perekonomian nasional. Sektor ini dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja serta mendorong peningkatan ekspor nonmigas dan investasi.
"Dengan semangat kemerdekaan, mari kita bangun ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menguatkan kedaulatan dan menyejahterakan masyarakat," tambah Irene Umar.
Menurutnya, ekonomi kreatif adalah sektor yang tumbuh dari kekayaan budaya, tradisi, dan kreativitas Nusantara. Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat fondasi sektor ini agar mampu bersaing di tingkat global.
Sinergi Lintas Lembaga dan Agenda Puncak Peringatan
Selain mengikuti upacara pagi hari, jajaran pimpinan Kemenekraf dijadwalkan menghadiri Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka pada sore hari. Rangkaian agenda ini sekaligus menjadi ajang penguatan sinergi lintas lembaga dan kementerian.
Melalui semangat kebersamaan tanpa sekat, Kemenekraf berharap peringatan hari kemerdekaan kali ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi rakyat. Pemerintah menilai, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri kreatif menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini.
Adapun subsektor yang selama ini menjadi andalan meliputi kuliner, fesyen, kriya, game, aplikasi, hingga musik dan film. Kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.