NUSA TENGGARA TIMUR — PT PGAS Solution menandatangani kerja sama dengan Direktorat Metrologi untuk pelaksanaan tera dan tera ulang meter gas di Kantor Direktorat Metrologi, Bandung, Kamis (29/10). Kolaborasi ini menyasar keandalan alat ukur yang menjadi dasar pencatatan volume gas di lingkungan Subholding Gas Pertamina.
PGAS Solution, anak usaha yang berperan sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, menempatkan akurasi pengukuran sebagai fondasi transaksi niaga gas. Lewat perjanjian kerja sama yang diteken bersama Direktorat Metrologi, kedua pihak menyepakati pengujian meter gas beserta alat perlengkapannya sesuai ketentuan metrologi yang berlaku.
Langkah ini muncul karena pengukuran volume gas tidak bisa dilakukan sembarangan. Selisih kecil pada alat ukur bisa merembet ke pencatatan penyaluran, perhitungan niaga, hingga kepatuhan terhadap standar teknis.
Apa Isi Perjanjiannya
Kerja sama mencakup pelaksanaan tera dan tera ulang meter gas, termasuk pemanfaatan fasilitas kalibrasi untuk mendukung proses pengujian alat ukur. Fasilitas kalibrator milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina juga masuk dalam cakupan, khususnya untuk tera dan tera ulang meter turbin gas beserta perlengkapannya.
Dengan skema ini, PGAS Solution dan Direktorat Metrologi berbagi peran: instansi berwenang memastikan alat ukur memenuhi persyaratan teknis, sementara fasilitas milik grup Pertamina mempercepat proses pengujian di lapangan.
Mengapa Akurasi Meter Jadi Krusial
Pengukuran gas yang akurat menopang dua hal sekaligus, yaitu kegiatan operasional dan transaksi niaga energi. Keandalan alat ukur menentukan kesesuaian hasil pengukuran volume gas, sehingga pencatatan dan pengelolaan penyaluran gas bisa dilakukan lebih presisi.
Bagi pelanggan gas bumi, termasuk industri dan rumah tangga yang terhubung ke jaringan PGN, akurasi meter berarti tagihan yang sesuai dengan volume gas yang benar-benar terpakai. Adapun bagi operator infrastruktur, tera ulang menjadi kontrol rutin agar alat ukur tidak melenceng dari spesifikasi.
Komitmen PGAS Solution
Direktur Operasi PGAS Solution Agoeng Pratomo Noegroho menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan memperkuat dukungan terhadap keandalan sistem pengukuran gas, termasuk di lingkungan Subholding Gas Pertamina.
"Melalui kerja sama ini, kami berharap pemanfaatan fasilitas kalibrasi dapat semakin optimal dalam mendukung pelaksanaan tera dan tera ulang meter gas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PGAS Solution untuk terus meningkatkan keandalan pengukuran, menjaga akurasi alat ukur, serta mendukung kegiatan operasional sektor energi yang aman serta sesuai dengan standar yang berlaku," ujar Agoeng dalam keterangannya, Jumat (30/10).
Menurut Agoeng, dukungan fasilitas yang memadai dan kolaborasi dengan instansi berwenang menjadi kunci agar proses pengukuran gas berjalan andal. Aspek ini dia nilai sebagai salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas operasional dan layanan.
Ke depan, PGAS Solution menyatakan akan memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, meningkatkan keandalan layanan kalibrasi dan pengukuran gas, serta mendukung operasional industri energi yang aman, akurat, dan berkelanjutan.
Langkah ini memperlihatkan sisi teknis yang jarang terekspos dari bisnis gas bumi: sebelum gas dialirkan dan ditagihkan, meter harus lebih dulu terbukti akurat. Kolaborasi dengan Direktorat Metrologi menjadi semacam jaminan bahwa pengukuran di jaringan Subholding Gas Pertamina berdiri di atas standar yang bisa diaudit.