SOE — Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kemdiktisaintek, Manifes Zubayr, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, Sekolah Garuda hadir untuk membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Indonesia mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang sains dan teknologi.
"Sekolah Garuda hadir untuk membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Indonesia mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang sains dan teknologi. Melalui pendidikan berkualitas, kita siapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli kepada sesama," ujar Manifes Zubayr dalam sambutannya.
Gagasan Presiden untuk Pemerataan Pendidikan
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Katiman, menjelaskan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya memeratakan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok negeri.
Kurikulum yang diterapkan berstandar internasional. Harapannya, lulusan sekolah ini dapat diterima di 100 universitas terbaik dunia.
Sistem Asrama Bentuk Kemandirian Siswa
Sistem pendidikan asrama dirancang membentuk kemandirian dan mental siswa agar siap bersaing di tingkat global. Pola ini menempatkan siswa dalam lingkungan belajar yang terkontrol sekaligus melatih kemandirian sejak dini.
Pada 2025, tercatat 330 siswa program ini diterima di universitas dan perguruan tinggi kelas dunia. Angka tersebut menjadi tolok ukur awal efektivitas model pendidikan yang diusung pemerintah.
51 Titik Serentak, TTS Jadi Bagian Jaringan Nasional
Open House di Kabupaten Timor Tengah Selatan berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi bagian dari gelaran serentak di 51 titik SMA Unggul Garuda di seluruh Indonesia.
Kehadiran siswa-siswi SMP sekitar dalam acara tersebut menjadi ajang pengenalan awal bagi calon peserta didik. Tokoh masyarakat yang hadir turut menandai dukungan lokal terhadap program pendidikan ini.